Cara Membentengi Dan Menghadapi Gangguan Jin

18-06-2022 | 626 dilihat | Komite Tetap Urusan Fatwa dan Pembahasan Ilmiyah KSA

Pertanyaan :

Saya tinggal di rumah warisan dan pada suatu malam rumah saya dilempari batu, listrik padam dan kuali pecah. Sementara saya tidak bisa melihat seorangpun yang melakukan hal ini. Kejadian ini berlangsung selama empat hari. Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?

Jawaban :


Bisa jadi mereka itu adalah sekelompok jin yang mengganggu dan mempermainkanmu supaya kamu keluar meninggalkan rumah atau mereka hanya iseng untuk mempermainkanmu. Atau mungkin mereka melakukan balas dendam karena kamu telah mengganggu mereka tanpa kamu sadari.

Apapun sebabnya, mintalah pertolongan kepada Allah, dan bentengi dirimu dengan bacaan Al-Qur’an dan Ayat Kursi di rumah ketika kamu hendak tidur atau istirahat serta mohonlah perlindungan kepada Allah dari kejahatan makhluk-Nya, dengan membaca doa

أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق ثلاث مرات

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya” Diucapkan sebanyak tiga kali.”

Dan berdoalah setiap kali mau masuk rumah,

اللهم إني أسألك خير المولج وخير المخرج باسم الله ولجنا باسم الله خرجنا وعلى الله ربنا توكلنا

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan ketika masuk dan kebaikan ketika keluar. Dengan menyebut Nama Allah kami masuk dan kami keluar, dan hanya kepada Allah, Rabb kami, kami bertawakkal.”

Serta bacalah setiap pagi dan sore (tiga kali),

باسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم

“Dengan menyebut nama Allah yang tiada sesuatu di bumi dan di langit sanggup memberikan kemudlaratan bersama (penyebutan) nama-Nya, dan Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kesimpulannya, biasakanlah kamu membaca Al-Qur’an di rumah dan di tempat lain, bacalah zikir-zikir dari Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam siang dan malam, di rumah dan di tempat lain.

Zikir-zikir tersebut bisa kamu dapatkan dalam beberapa kitab di antaranya al- Kalim ath-Thayyib karya Ibnu Taimiyyah, al-Wabil ash-Shayyib karya Ibnu al Qayyim, al-Adzkar karya Nawawi atau dalam kitab-kitab hadits yang lain.

Rujukan : Fatwa al-Lajnah ad-Daimah lilbuhuuts al-Ilmiyah wal Ifta 6618

Pertanyaan Lainnya

Hukum Bermain-main Di Masjid
09-11-2021 | 1383 dilihat | Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله
Hukum Orang Tua Melanggar Sumpah Kepada Anaknya
10-10-2021 | 644 dilihat | Ustadz Muhammad As-Sewed حفظه الله
Hukum Shalat Dengan Solasi Menempel Di Tangan
17-12-2021 | 1082 dilihat | Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله
Kapan Wanita Berhijab Dari Anak-anak Yang Bukan Mahramnya?
02-04-2022 | 710 dilihat | Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله
Bolehkah Berkunjung Dan Berinteraksi Dengan Orang Kafir
29-01-2022 | 669 dilihat | Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله

Pertanyaan Populer

Hukum Membaca Al-Qur’an Tanpa Tajwid
06-04-2019 | 9188 dilihat | Syaikh al-Utsaimin رحمه الله
Bagaimana Hukum Shalat Memakai Jaket Atau Pakaian Yang Bergambar?
07-04-2019 | 4810 dilihat | Ustadz Qomar ZA, Lc حفظه الله
Sikap Yang Benar Terhadap Pengemis
30-10-2021 | 4257 dilihat | Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله
Hukum Suami Melihat-lihat Hp Istri Dan Sebaliknya
03-11-2021 | 3901 dilihat | Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله
Bacaan Dzikir Setelah Shalat Wajib
20-10-2021 | 3846 dilihat | Syaikh Abdulaziz bin Baz رحمه الله
Ingin notifikasi artikel terbaru ?    Mau Tidak