Menghadapi Kehidupan Dengan Bijak

2 menit baca
Menghadapi Kehidupan Dengan Bijak
Menghadapi Kehidupan Dengan Bijak

Setiap orang pasti ingin meraih kebahagiaan dalam hidupnya. Namun, tidak semua orang mampu meraihnya. Ada yang merasa hidupnya penuh dengan kekecewaan dan kegagalan, sementara yang lain merasa hidupnya berharga dan penuh dengan kebahagiaan. Apa rahasia meraih kebahagiaan sejati dalam hidup?

Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah memberikan jawaban yang sangat tepat dalam perkataannya,

, “وعِمارَةُ الوَقْتِ الِاشْتِغالُ فِي جَمِيعِ آنائِهِ بِما يُقَرِّبُ إلى اللَّهِ أوْ يُعِينُ عَلى ذَلِكَ مِن مَأْكَلٍ أوْ مُشْرَبٍ، أوْ مَنكَحٍ، أوْ مَنامٍ، أوْ راحَةٍ.”

“Memakmurkan waktu adalah menyibukkan diri pada semua kesempatan dengan segala sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan mendukung hal tersebut baik dengan makanan, minuman, pernikahan, tidur atau istirahat.” (Madarijus Salikin 2/17)

Dalam hal ini, makna memakmurkan waktu adalah memanfaatkan setiap kesempatan dengan kegiatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Setiap orang diberikan waktu yang sama dalam sehari, tetapi tidak semua orang mampu memanfaatkannya dengan baik. Ada yang membuang waktu dengan hal-hal yang sia-sia, seperti menonton televisi, bermain game, atau hanya sekadar bersantai tanpa tujuan yang jelas. Padahal, waktu yang begitu berharga seharusnya dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Salah satu cara memakmurkan waktu adalah dengan memperbanyak amalan kebaikan. Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti beribadah, berbuat kebaikan kepada sesama, membaca Al-Qur’an, mengikuti kegiatan keagamaan, dan lain sebagainya. Dengan memperbanyak amalan kebaikan, seseorang akan merasa lebih produktif dan berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

Namun, memakmurkan waktu juga tidak selalu berarti melakukan kegiatan yang melelahkan. Kegiatan yang bersifat ringan seperti makan, minum, tidur atau istirahat juga dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Misalnya, dengan memilih makanan yang halal dan sehat, kita dapat memperoleh kekuatan untuk beribadah dan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain. Demikian juga dengan tidur atau istirahat yang cukup, kita akan merasa lebih segar dan siap untuk melakukan aktivitas ibadah di hari berikutnya. Perkara yang pada asalnya mubah jika diiringi dengan niatan yang baik akan bernilai pahala di sisi Allah Ta’ala.

Dalam hidup ini, waktu merupakan satu-satunya hal yang tidak bisa dikembalikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memakmurkan waktu dengan baik. Memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain dalam mendekatkan dirsejatii kepada Allah dan hanya mengharap wajah Allah maka kita akan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Allah pun telah bersumpah dengan dengan waktu. Sehingga ini menunjukkan bahwa waktu adalah perkara yang sangat agung.
Mari kita manfaatkan waktu dengan sebaik- baiknya. Sebelum terlambat dan datang penyesalan. Allahu a’lam

Abu Ubay Afa

“Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut.” (HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “أما رأس العام الميلادي فإنه لا يجوز التهنئة به؛ لأنه ليس عاماً...
  • Mutharif bin Abdillah rahimahullah berkata, لو علمت متى أجلي لخشيت ذهاب عقلي ولكن الله من على عباده بالغفلة عن...
  •   Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’dy rahimahullah pernah menyampaikan sebuah kisah kepadaku bahwa dahulu ada seorang ulama besar dalam...
  • بِسْمِ اللَّـهِ ، وَاللهُ أكْبرُ ، اللَّهُمَّ إن هذا مِنْكَ وَلَكَ ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي “Bismillaah wallaahu Akbar Allaahumma...
  •   Seseorang bertanya kepada Fadholah bin Ubaid radhiyallahu’anhu, « فَما لي لا أرى عَليْكَ حِذاءً ؟ “Aku melihatmu (berjalan)...
  • السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ?ULAMA KITA BUKAN BERHALA Ada saja tuduhan dari orang-orang yang asal bunyi (asbun) dalam...

Kirim Pertanyaan