Perlu Diketahui Bagi Yang Hendak Berkurban

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

إذا دخل العشر عشر ذي الحجة وكان الإنسان يريد أن يضحي فإنه ينهى أن يأخذ من شعره أو ظفره أو بشرته شيئاً، لكن إذا احتاجت المرأة إلى المشط في هذه الأيام وهي تريد أن تضحي، فلا حرج عليها أن تمشط رأسها، ولكن تكده برفق، فإن سقط شيء من الشعر بغير قصد فلا إثم عليها، لأنها لم تكد الشعر من أجل أن يتساقط، ولكن من أجل إصلاحه،

 

“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah dan seseorang hendak berkurban, maka ia dilarang memotong rambut, kuku atau kulitnya.

Namun apabila seorang wanita punya kebutuhan menyisir rambutnya pada hari-hari tersebut padahal dia hendak berkurban, maka tidak mengapa ia menyisir rambutnya.

Namun hendaknya ia menyisir rambutnya dengan lembut. Jika ada sedikit rambutnya yang rontok tanpa disengaja, maka ia tidak berdosa. Karena tujuannya menyisir rambut bukanlah supaya rambutnya berjatuhan. Namun semata-mata bermaksud untuk merapikan rambutnya.”

[Silsilah Fatwa Nur ‘alad Darb nomor kaset 283]

Artikel Terkait

POSISI MAKMUM KETIKA SENDIRIAN BERSAMA IMAM
25-10-2019 | 293 dilihat
Hikmah Al-Quran Mudah Terlupakan
15-05-2022 | 99 dilihat
Nasehat Ringkas Nan Mendalam
23-10-2021 | 180 dilihat
Terhinanya Syaithan Pada Hari Arofah
11-07-2022 | 9 dilihat
Hukum Memakai Masker Ketika Shalat
10-03-2020 | 229 dilihat

Artikel Populer

Kisah Seekor Anjing Pembela Kehormatan Nabi ﷺ
05-11-2021 | 2832 dilihat
Orang-orang Yang Didoakan Para Malaikat 
11-10-2021 | 2526 dilihat
Jadilah Kalian Anak-Anak Akhirat!
06-01-2020 | 2502 dilihat
Keanehan Dan Kemungkaran Dalam Perayaan Maulid
17-10-2021 | 1641 dilihat
SEMUT ITU MENGINSPIRASIKU UNTUK BANGKIT
04-12-2021 | 1574 dilihat
Ingin notifikasi artikel terbaru ?    Mau Tidak