Carilah Teman Yang Mendukungmu Dalam Belajar Agama

2 menit baca
Carilah Teman Yang Mendukungmu Dalam Belajar Agama
Carilah Teman Yang Mendukungmu Dalam Belajar Agama

Dalam perjalanan menuntut ilmu agama, Syaikh Shalih Alus syaikh hafidzahullah menyoroti pentingnya memiliki teman yang mendukung. Dalam penjelasannya, beliau menyatakan bahwa salah satu metode yang baik adalah memilih satu teman untuk belajar, bukan memperbanyak teman.

Syaikh Shalih Alus syaikh hafidzahullah menjelaskan,

ومن الحسن في طلب العلم أن تتخذ لك صاحبًا واحدًا ولا تكثر الأصحاب فهذا الصاحب تراجع معه العلم تشرح له ويشرح لك تبين له خطأ فهمه ويبين لك خطأ فهمك فيُكَمِّلُ أحدكما الآخر

“Diantara metode yang baik dalam menuntut ilmu adalah engkau mengambil satu teman saja jangan memperbanyak teman.
Engkau mengulang pelajaran dengannya, engkau menerangkan pelajaran kepadanya dan dia menerangkan kepadamu. Engkau menjelaskan kesalahan pemahamannya dan dia pun menjelaskan pemahamanmu yang keliru. Sehingga kalian berdua bisa saling menyempurnakan satu sama lainnya.”
Ath-Thoriq ilan nubugh al’ilmi 35

Mengapa demikian? Karena dengan satu teman yang berakhlak baik, kamu bisa saling mendukung dan memperdalam pemahaman ilmu agama. Kamu bisa mengulang pelajaran bersama, saling menjelaskan konsep pelajaran yang sulit, serta membantu memperbaiki kesalahan pemahaman satu sama lain.

Dengan begitu, setiap individu memiliki kesempatan untuk saling melengkapi dan memperbaiki pemahaman mereka sekaligus tolong menolong dalam kebaikan. Hal ini akan membantu pertumbuhan ilmu yang lebih baik dan lebih dalam.

Sehingga dalam meniti jalan menuntut ilmu agama, carilah teman yang bisa menjadi mitra belajarmu. Dukungan dan kolaborasi antara teman belajar bisa membantu kamu mencapai pemahaman yang lebih baik dan lebih menyeluruh dalam agama yang kau pelajari.

Sebaliknya kamu harus selektif dalam mencari teman terlebih lagi ketika menuntut ilmu agama. Kalau salah pilih teman bisa fatal akibatnya. Betapa banyak orang putus belajar agama padahal sudah sekian lama belajar agama. Bahkan akhlak dan moralnya menjadi rusak disebabkan karena pengaruh teman yang buruk akhlaknya.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan dalam sabdanya ,

الرجل على دينِ خليلِه فلينظرْ أحدُكم مَن يُخاللُ

“Seseorang itu berada di atas agama teman baiknya. Maka hendaknya kalian melihat dengan siapa berteman.” HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Syaikh Albani rahimahullah dalam Shahih Abu Dawud 4833

Abu Hanan Faozi

“Barang siapa yang keluar (rumah) untuk mencari ilmu maka dia termasuk orang yang berada di jalan Allah sampai dia pulang.” HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا “Dirikanlah shalat sesudah matahari...
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, ﻭﻛﻠﻤﺎ ﺃﺣﺴﺴﺖ ﺑﺸﻲﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺴﺪ ﻓﻘﻞ “Setiap kali engkau merasa hasad, maka...
  • Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata, ‏من موانع فهم القرآن أن يكون التّالي مُصرّاً على ذنبٍ أومتصفاً بكبرٍ، أو...
  • Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu pernah ditanya tentang catur. Maka beliau pun menjawab, “هو شر من النرد.” “Itu lebih buruk...
  • Syaikh Abdullah bin Abdurahman al-Basam rahimahullah berkata, “والإنسان ولو تفاوت من حيث الجمال و الدمامة وما بينهما إلا أنه...
  • Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, من تربى في العافية ، لا يعلم ما يقاسيه المبتلى ، و لا يعرف مقدار...

Kirim Pertanyaan