Ketika Syahwat Menjadi Musuh Utama Orang Berpuasa

2 menit baca
Ketika Syahwat Menjadi Musuh Utama Orang Berpuasa
Ketika Syahwat Menjadi Musuh Utama Orang Berpuasa

Suasana Ramadhan semakin indah, doa dan ibadah semakin khusyuk. Namun, di tengah semuanya itu, ada satu musuh utama yang mengintai umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa yaitu syahwat.

Syahwat bisa menjadi senjata ampuh bagi setan untuk memporak-porandakan ibadah puasa kita. Ketika keinginan duniawi memuncak, segala macam cara dilakukan untuk memuaskan nafsu. Salah satunya adalah keluarnya sperma dengan syahwat.

Maka, di saat itu, puasa menjadi terasa hambar dan sia-sia. Ibadah yang seharusnya bisa membuat diri lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta, justru menjadi sia-sia dan dibatalkan oleh satu tindakan yang dilakukan dalam syahwat.

Namun, sejatinya masih ada harapan bagi orang yang terjebak dalam syahwat. Kita masih bisa berusaha untuk menahan diri dan membatasi diri dalam keinginan-keinginan yang berlebihan. Mencintai Allah lebih dari segalanya adalah kunci untuk meraih kemenangan atas syahwat yang menghantui.

Di dalam karyanya ucapan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

فَنْزُولُ الْمَنِّي بِشَهْوَةٍ مُفْطِرٌ لِلصَّائِمِ، وَأَمَّا تَقْبِيلُ الْمَرْأَةِ وَلَوْ بِشَهْوَةٍ، أَوْ الْمَذِيُّ وَلَوْ عَمْدًا؛ فَإِنَّهُ لَا يُفْطِرُ الصَّائِمَ

“Keluarnya air mani (sperma) dengan syahwat membatalkan puasa. Adapun mencium istri meskipun dengan syahwat atau keluarnya madzi meskipun sengaja, maka tidak membatalkan puasa.” (Liqaa al-Bab al-Maftuh 50)

Di antara pembatal puasa, syahwat memang menjadi musuh utama yang sulit untuk dikendalikan. Namun, dengan kekuatan iman dan keinginan untuk beribadah dengan tulus, kita bisa mengalahkan syahwat dan meraih kemenangan. Mari bersama-sama memperkuat iman dan menjaga puasa dengan sebaik-baiknya, agar menjadi pribadi yang dicintai oleh Allah Ta’ala

Abu Ubay Afa

“Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut.” (HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Komite Tetap Urusan Fatwa dan Pembahasan Ilmiyah KSA Pertanyaan: ما حكم الإسلام في نتف الشعر الذي بين الحاجبين ؟...
  • Dari ibunda kita Ummu Salamah radhiallahu ‘anha bahwasanya beliau berkata, «يا رسولَ اللهِ، ألَا تُعَلِّمُني دَعوةً أَدْعو بها لِنَفسي؟...
  • ‘Aun bin Abdillah rahimahullah menyatakan, ذاكر الله في غفلة الناس كمثل الفئة المنهزمة يحميها الرجل لو لا ذلك الرجل...
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, ﻓﺎﻟﻌﺒﺪ ﺇﺫا ﺧﺎﻑ ﺭﺑﻪ ﻛﺎﻥ ﺧﻮﻓﻪ ﻣﻤﺎ ﻳﺜﻴﺒﻪ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ، ﻓﻤﻦ ﺧﺎﻑ ...
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, “هذا لا ينبغي، ينبغي إذا انتهي الإمام من صلاة الفريضة أن يذكر...
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “لا يجوز للإنسان أن يصلي صلاة التراويح أربع ركعات بتسليمة واحدة؛ لأن...

Kirim Pertanyaan