Memohon Kesalamatan Dari Penyakit Kalbu

2 menit baca
Memohon Kesalamatan Dari Penyakit Kalbu
Memohon Kesalamatan Dari Penyakit Kalbu

Penyakit bukan hanya terbatas pada tubuh fisik kita, tetapi juga bisa melanda kalbu atau hati kita. Dalam pandangan Islam, penyakit kalbu mencakup berbagai masalah spiritual seperti keraguan, kesyirikan, dan syahwat. Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, saat kita memohon keselamatan kepada Allah Ta’ala, kita seharusnya mengingatkan diri kita untuk memohon keselamatan dari penyakit kalbu dan tubuh.

Dalam kitab “Syarah Riyadhis Shalihin”, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan

ينبغي لك إن سألت الله العافية أن تستحضر أنك تسأل الله العافية من مرض القلب والبدن، مرض القلب الذي مداره على شك، أو شرك، أو شهوة .

“Hendaknya ketika memohon kesehatan kepada Allah Ta’ala, anda menghadirkan perasaan sedang memohon kepada Allah Ta’ala kesehatan dari penyakit kalbu dan tubuh. Penyakit kalbu yang berporos pada keraguan, kesyirikan dan syahwat.”
Syarah Riyadhis Shalihin 6/21

Keraguan adalah keadaan di mana seseorang meragukan keyakinannya terhadap agama dan prinsip-prinsip yang dia anut. Hal ini dapat membuat seseorang tidak mantap dalam menjalankan ibadahnya dan bahkan bisa sampai meninggalkan agamanya.

Selain itu, kesyirikan adalah bentuk penyakit kalbu yang terkait dengan mempersekutukan Allah dengan sesuatu atau seseorang. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin mengingatkan kita bahwa kita harus memohon keselamatan dari kesyirikan, karena perbuatan ini bertentangan dengan tauhid, dasar utama dalam agama Islam. Kesyirikan menghancurkan aqiqah kita dan menghalangi kita dari mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya.

Syahwat, atau hawa nafsu, juga merupakan penyakit kalbu yang sering kali menghalangi seseorang dalam mencapai kesejahteraan rohani. Syahwat mencakup berbagai hasrat dan keinginan bermaksiat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama yang diatur oleh Allah. Memohon keselamatan dari penyakit syahwat berarti kita berusaha untuk menjaga kendali diri, menahan diri dari godaan yang dapat membawa kita pada perilaku yang tidak benar. Semoga Allah Ta’ala memberikan kesehatan kalbu kepada kita semua. Allahu a’lam

Abu Ubay Afa

“Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut.” (HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah berkata, كان الفرس و الروم يعظمون ملوكهم فيسجدون لهم. ولما رآهم معاذ بن جبل وقدم...
  • Dari Miqdad bin Aswad bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إنَّ السَّعيدَ لمن جُنِّبَ الفتنَ إنَّ السَّعيدَ لمن...
  • Puasa Syawal menjadi amalan yang banyak dilakukan oleh umat muslim setelah Ramadhan. Namun, ada pertanyaan yang kerap muncul, apakah...
  • Imam Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan, ومن حرمته [ أي : القرآن ] أن لا يُكتبَ على الأرضِ ولا على حائطٍ،...
  • Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “وهذا من أعظم الفقه أن يخاف الرجل أن تخدعه ذنوبه عند الموت فتحول بينه...
  • Seseorang yang meninggal akibat tertabrak mobil. Pertanyaan muncul: Apakah kematian semacam ini bisa dianggap sebagai syahid dalam pandangan Islam?...

Kirim Pertanyaan