Terapi Untuk Kalbu Yang Keras, Penyakit Riya’ Dan Hasad

01-11-2021 | 514 dilihat | Komite Tetap Urusan Fatwa dan Pembahasan Ilmiyah Saudi Arabia

Pertanyaan :

Terkadang aku merasa kalbuku ini keras, terkadang pula aku merasakan adanya penyakit kalbu seperti syirik yang tersembunyi (riya') atau cemburu (hasad) terhadap sebagian orang, apa obat dari penyakit-penyakit itu?

Jawaban :

Obatnya adalah hendaknya anda,
-Memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala dan bacaan al-Qur’an
-Melakukan ibadah-ibadah sunnah semampunya
-Bermajlis dengan orang-orang yang soleh dan baik agamanya
-Mengikhlaskan niat amalan hanya kepada Allah Ta’ala
-Menjauhkan ibadah dari tempat-tempat pemicu munculnya riya’
-Berusaha menghilangkan riya’ ketika muncul dengan mengharap keridhaan Allah dan negeri akhirat.

Adapun cara mengobati kecemburuan (penyakit hasad) adalah dengan menyakini bahwa semua nikmat itu adalah pemberian Allah Ta’ala. Dia lah yang telah membagi-bagikannya kepada manusia. Allah Ta’ala berfirman

نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُون

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Az-Zukhruf : 32)

Kemudian seseorang berusaha untuk mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian hingga dia menyukai untuk saudaranya apa yang dia sukai untuk dirinya sendiri.

Lalu dia menyibukkan dirinya dari kecemburuan dan hasad dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat baik yang berupa ucapan atau amal perbuatan.

Rujukan : Fatwa al-Lajnah ad-Daimah lilbuhuuts al-Ilmiyah wal Ifta' nomor 11308

Pertanyaan Lainnya

Hukum Campur Baur Di Transportasi Umum
23-11-2021 | 832 dilihat | Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله
Hukum Lupa Membasuh Salah Satu Anggota Wudhu
16-09-2019 | 534 dilihat | Syaikh Abdulaziz bin Baz رحمه الله
Apakah Darah Yang Keluar Membatalkan Wudhu?
12-10-2021 | 438 dilihat | Syaikh Abdulaziz bin Baz رحمه الله
Perincian Tentang Rahim (Kerabat) Yang Harus Disambung Tali Silaturahminya
10-11-2021 | 631 dilihat | Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله
Hukum Takziyahnya Orang Kafir & Berkumpul Di Rumah Duka
29-10-2021 | 551 dilihat | Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله

Pertanyaan Populer

Hukum Membaca Al-Qur’an Tanpa Tajwid
06-04-2019 | 2459 dilihat | Syaikh al-Utsaimin رحمه الله
Hukum Suami Melihat-lihat Hp Istri Dan Sebaliknya
03-11-2021 | 1607 dilihat | Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله
Sikap Yang Benar Terhadap Pengemis
30-10-2021 | 1594 dilihat | Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله
Bacaan Dzikir Setelah Shalat Wajib
20-10-2021 | 1455 dilihat | Syaikh Abdulaziz bin Baz رحمه الله
Hukum Menirukan Suara Binatang
28-11-2021 | 1298 dilihat | Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله