Tulislah Ilmu

2 menit baca
Tulislah Ilmu
Tulislah Ilmu

Dalam kisah yang disampaikan oleh Mu’tamir bin Sulaiman rahimahullah, ia menceritakan sebuah surat yang ditulis oleh ayahnya. Surat tersebut tidak hanya berisi pesan biasa, melainkan pesan yang sarat makna tentang pentingnya ilmu.

Dalam surat itu, terdapat kata-kata yang menggugah kalbu,

يَا بُنَيّ اِشْتَرِ الكُتُبَ وَاكْتُب العِلْمَ، فَإِنَّ العِلْمَ يَبْقَى وَالدَّنَانِيُر تَذْهَبُ

“Artinya, “Wahai anakku, belilah kitab dan catatlah ilmu. Karena sesungguhnya ilmu akan tetap ada sementara dinar (harta) akan hilang.” Jami’ Bayan al-ilm wa Fadhlih 292

Pesan ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya ilmu dan bagaimana ilmu adalah investasi yang lebih berharga daripada kekayaan materi. Ayah ini menekankan bahwa meskipun harta bisa hilang, ilmu akan tetap terus ada. Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan hidup kita.

Dalam kehidupan yang penuh dengan kesibukan dan godaan dunia, seringkali kita melupakan betapa berharganya ilmu agama. Namun, surat ini mengingatkan kita untuk selalu memprioritaskan pencarian ilmu. Melalui membaca dan menulis, kita dapat mengamati, memahami, dan menyebarkan pengetahuan agama yang kita peroleh.

Apalagi sekarang sudah terdapat berbagai media sosial yang memudahkan dakwah. Dakwah bisa tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia.Sejarah telah mencatat bagaimana para ulama yang gigih mengejar dan mencatat ilmu agama.

Mereka adalah orang-orang yang mengabadikan pemikiran mereka melalui tulisan, sehingga ilmu mereka dapat diperoleh dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Mereka telah meninggal namun pahala tetap mengalir karena karya tulis mereka dibaca dan diamalkan oleh kaum muslimin sepeninggal mereka.

Dalam Islam, mencari ilmu agama adalah ibadah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

طلب العلم فريضة على كل مسلم

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.” HR. Ibnu Majah

Jadi, mari kita jadikan pesan dalam surat ini sebagai inspirasi. Belilah kitab, catatlah ilmu agama dan jadikan pencarian ilmu sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Kita tidak hanya berinvestasi untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan akhirat yang lebih baik, serta warisan berharga bagi generasi yang akan datang. Allahu a’lam

Abu Hanan Faozi

“Barang siapa yang keluar (rumah) untuk mencari ilmu maka dia termasuk orang yang berada di jalan Allah sampai dia pulang.” HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Syaikh Muhammad Aman al-Jami rahimahullah menyatakan, “‏قد يفقه الإنسان في الدين مع قلة الاطلاع كأن يرزقه الله الفهم الثاقب...
  • Mu’awiyah bin Qurrah rahimahullah menuturkan, “أَدْرَكْتُ سَبْعِيْنَ مِنَ الصَّحَابَةِ، لَوْ خَرَجُوا فِيْكُمُ اليَوْمَ، مَا عَرَفُوا شَيْئاً مِمَّا أَنْتُم فِيْهِ...
  • Nasihat Fadhilah Asy-Syaikh Al-‘Allamah Abdullah Al-Bukhari Hafizhahullah Kepada Asatidzah dan Penuntut Ilmu di Indonesia الحمد لله رب العالمين وصلّ...
  • Hatim al-Ashom rahimahullah mengatakan, “رأيتُ كلَّ أحدٍ له عدو، فمَن اغتابني ليس بعدوِّي، ومَنْ أخذ مِنِّي شيئاً ليس بعدوِّي،...
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menegaskan, الإنسان إذا لم يكن في قلبه محبة للسبق إلى الخير بقي في...
  • Al-Munawi rahimahullah menjelaskan, يحفظه أن يذنب فيها أو يعطي من الثواب ما يكون كفارة لذنوبها أو يكفرها حقيقة ولو...

Kirim Pertanyaan