Sudahkah Memperbanyak Taubat?

2 menit baca
Sudahkah Memperbanyak Taubat?
Sudahkah Memperbanyak Taubat?

Hadis yang disampaikan oleh al-Aghar al-Muzani radhiyallahu anhu mengingatkan kita akan pentingnya melakukan taubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyeru kita semua untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan memberikan contoh bahwa beliau sendiri melakukan taubat kepada-Nya setiap hari sebanyak seratus kali.

Dari al-Aghar al-Muzani radhiyallahu anhu Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

يا أيها الناس توبوا إلى الله، فإني أتوب في اليوم إليه مائة مرة

“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya setiap hari seratus kali.” HR. Muslim 2702

Pesan yang terkandung dalam hadis ini adalah bahwa taubat bukanlah sekadar tindakan yang dilakukan sekali saja, tetapi merupakan proses yang harus dilakukan secara terus-menerus. Karena setiap manusia pasti banyak melakukan kesalahan. Sehingga taubat adalah kewajiban setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

“Setiap anak Adam pasti banyak berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” HR. Tirmidzi dengan sanad yang sahih

Setiap hari kita diperintahkan untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentu dengan memenuhi syarat-syarat sah taubat. Yaitu meninggalkan perbuatan dosanya, menyesalinya dan bertekad untuk tidak akan mengulanginya. Tiga syarat ini berlaku jika dosanya terkait dengan hal Allah Subhanahu wa Ta’ala saja.

Namun jika dosanya terkait dengan hak sesama manusia seperti mencuri, mencela atau yang semisalnya, maka ditambah satu syarat lagi yaitu mengembalikan haknya pihak yang terzalimi atau paling tidaknya meminta maaf kepadanya.

Taubat adalah sarana untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Dengan melakukan taubat secara rutin, maka dosa-dosa akan terhapus.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, marilah kita mengambil contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk memperbanyak taubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sungguh Allah Ta’ala mencintai hamba-nya yang bertaubat. Allahu a’lam

Abu Hanan Faozi

“Barang siapa yang keluar (rumah) untuk mencari ilmu maka dia termasuk orang yang berada di jalan Allah sampai dia pulang.” HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Dalam perjalanan hidup yang penuh berkah dan pelajaran, seringkali kita menemui kisah-kisah para pendahulu kita yang saleh nan inspiratif...
  • Masa muda adalah fase kehidupan yang begitu singkat, namun penuh dengan potensi dan peluang. Sebagaimana dinyatakan oleh al-Hafidz Ibnu...
  • Ibnu Mas’ud radhiyallahu mengatakan, “Tidaklah aku menyesali sesuatu pada hari yang matahari tenggelam padanya melainkan berkurangnya umurku namun tidak...
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan Hendaknya seseorang memiliki waktu untuk bermunajat kepada Rabbnya pada waktu tersebut, menyendiri pada waktu...
  • Umar bin al-Khattab radhiyallahu’anhu menuturkan, ومن ألهته حياته وشغلته أهواءه عاد أمره إلى الندامة والحسرة “Siapa saja yang terlalaikan...
  • TUNAIKANLAH HAKNYA MASING MASING! Nabi ﷺ pernah mempersaudarakan antara Salman Al Farisi dan Abu Darda’. Suatu saat Salman berkunjung...

Kirim Pertanyaan