Sembunyikan Kebaikanmu!

2 menit baca
Sembunyikan Kebaikanmu!
Sembunyikan Kebaikanmu!

Merahasiakan kebaikan sebagaimana kita menyembunyikan kesalahan adalah sebuah prinsip yang telah diajarkan oleh Salamah bin Dinar al-Makhzumi rahimahullah. Ungkapan ini menegaskan pentingnya tidak memamerkan amal baik kita kepada orang lain.

Salamah bin Dinar al-Makhzumi rahimahullah mengatakan,

أخفِ حسَنتِك كما تُخفي سيِّئتَك ، ولا تكونَّن معجبًا بعمَلك ، فلا تدري: أشَقيٌ أنتَ أم سَعيد

“Sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan kejelekanmu. Dan janganlah engkau merasa bangga dengan amalanmu, karena engkau tidak tahu apakah engkau akan celaka ataupun bahagia.” Syu’abul Iman 6500

Seringkali, kita cenderung ingin dipuji atau diakui atas kebaikan yang telah kita lakukan. Namun, dalam Islam, kebaikan seharusnya dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia.

Karena itu adalah riya’ yang hukumnya haram dan bahkan termasuk syirik kecil. Bahkan, menyembunyikan kebaikan kita dari pandangan orang lain merupakan tanda keikhlasan dalam beribadah. Salah satu alasan di balik petuah ini adalah untuk menjaga keikhlasan niat kita.

Ketika kita terlalu sering memamerkan kebaikan, ada risiko kita akan tergoda untuk melakukan kebaikan hanya demi mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain, bukan karena ketulusan dan keikhlasan hati untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Selain itu, dengan menyembunyikan kebaikan, kita juga dapat menghindari rasa bangga dan kesombongan yang dapat merusak hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sesama. Merasa bangga dengan amal baik yang telah kita lakukan dapat membuat kita lupa bahwa segala kebaikan yang kita miliki hanyalah karena seizin dari Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

Tidak menunjukkan kebaikan kepada orang lain juga dapat menjadi bentuk perlindungan bagi diri kita sendiri. Dengan tidak memamerkan kebaikan, kita dapat menghindari kedengkian atau keinginan buruk dari orang lain yang mungkin merasa hasad atau cemburu dengan kebaikan yang kita miliki.

Maka sembunyikanlah kebaikan kita sebagaimana kita menyembunyikan kesalahan kita. Dan ingatlah, niatkan setiap amal kita semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan untuk mencari pujian atau pengakuan dari manusia. Allahu a’lam.

Abu Hanan Faozi

“Barang siapa yang keluar (rumah) untuk mencari ilmu maka dia termasuk orang yang berada di jalan Allah sampai dia pulang.” HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah menyatakan, “إذا أحببت الرجل في الله ثم أحدث حدثًا في الإسلام فلم تبغضه عليه فإنك...
  • Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, فالخبيث يتفجر من قلبه الخبيث على لسانه و جوارحه، والطيب يتفجر من قلبه الطيب...
  • Bulan Ramadhan, saat di mana jiwa-jiwa umat Islam berupaya mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan penuh kesungguhan...
  • Ibnul Jauzi rahimahullah menyatakan, يبين إيمان المؤمن عند الإبتلاء، فهو يبالغ في الدعاء ولا يرى أثرًا للإجابة، ولا يتغير...
  • Keutamaan dalam beribadah terletak pada keikhlasan kalbu. Seseorang yang melakukan kebaikan dengan niat hanya untuk meraih ridha Allah Subhanahu...
  • ☝? “Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahulloh” Lebih utama seseorang tidak berkurban lebih dari satu ekor kambing untuk...

Kirim Pertanyaan