Ilmu Sumber Kehidupan Kalbu

2 menit baca
Ilmu Sumber Kehidupan Kalbu
Ilmu Sumber Kehidupan Kalbu

Ilmu adalah sumber kehidupan bagi kalbu sebagaimana makanan dan minuman menjadi sumber kehidupan bagi tubuh. Tanpa ilmu, kalbu manusia akan layu, bahkan mati secara rohani. Perumpamaan ini dengan indah dijelaskan oleh imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah dalam karyanya Miftah Dar As-Sa’adah,

قَالَ بعض العارفيـــن : ألْـيَسْ الْمَرِيض إِذا منــ؏ الطَّعَام وَالشــرَاب والـدواء يَمُوت ؟ قَالـُوا بَلَىٰ، قَالُـوا فَكَذَلِكـ القلب إِذا منــ؏ عَنــہُ الْعلم وَالْحكمَة ثَلَاثَة أيام يَمُــوت.

Sebagian orang bijak menuturkan, ‘Bukankah orang yang sakit apabila enggan makan, minum dan berobat akan mati?’ Mereka menjawab, tentu. Dia pun berkata,
‘Maka begitu pula kalbu, apabila terhalangi dari ilmu dan hikmah selama tiga hari pasti akan mati.
[Miftah Dar As Sa’adah 1/345]

Ibnul Qayyim menyamakan kalbu yang terhalang dari ilmu dengan tubuh yang tidak diberi makanan dan obat. Kalbu yang jauh dari ilmu agama dan hikmah akan mudah diserang penyakit seperti kebodohan, kesombongan, keraguan, dan hawa nafsu. Seperti halnya tubuh yang sakit memerlukan obat, kalbu yang sakit juga membutuhkan pencerahan ilmu agama untuk sembuh.

Ilmu yang dimaksud di sini bukan pengetahuan duniawi, tetapi yang dimaksud adalah ilmu agama. Ilmu tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam, serta tuntunan kehidupan berdasarkan ajaran para shahabat radhiyallahu anhum, yang merupakan nutrisi utama bagi kalbu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an tentang pentingnya hikmah:

وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ

Barangsiapa yang diberi hikmah, maka sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. [QS. Al-Baqarah: 269]

Sebagian ulama ahli tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan hikmah dalam ayat ini adalah

الإصابة في القول والفعل

Ketepatan dalam ucapan dan perbuatan.

Kalbu yang dibimbing oleh ilmu agama akan menemukan ketenangan dan kebahagiaan sejati. Ilmu mengarahkan hati pada pemahaman yang benar, sementara hikmah membantu dalam mengambil keputusan yang tepat dalam hidup.

Oleh karena itu, Allah Ta’ala menganjurkan untuk selalu meminta tambahan ilmu agama. Sebagaimana dalam firman-Nya

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Katakanlah wahai Rabbku tambahkan untukku ilmu. [QS. Thoha : 144]

Dan di antara doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah

اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ عِلمًا نافعًا ورزقًا طيِّبًا وعملًا متقبَّلًا

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.[HR. Ibnu Majah lihat Shahih Ibnu Majah 762]

Majelis ilmu agama, membaca Al-Qur’an, serta mendengarkan nasehat-nasehat yang benar menjadi sarana penting untuk mendapatkan ilmu agama sekaligus sebagai upaya menjaga kelangsungan hidup kalbu. Allahu a’lam

Abu Ammar Ahmad

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari)

Lainnya

  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata, “أن إصابة الإنسان بالمصائب تعتبر تكفيرا لسيئاته و تعجيلا للعقوبة في الدنيا،...
  • Dari Makhul rahimahullahu taala berkata, “Tidaklah ilmu agama diambil melainkan dari orang yang persaksikan sebagai penuntut ilmu.” Diriwayatkan oleh...
  • Al-Fudhail bin’Iyadh rahimahullah mengatakan, ” إذا أحب الله عبدًا أكثر غمه، ‏وإذا أبغض عبدًا وسّع عليه دنياه”. “Apabila Allah...
  • Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan dengan tegas bahwa segala bentuk iklan yang menggunakan musik adalah haram dan...
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata, كلما  كان البلاء أشد وصبر الإنسان صار الجزاء أعظم. لأن الله عدل...
  • Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, ” وينبغي أن يكون الاجتهاد في أواخر الشهر أكثر مِنْ أوله لشيئين: أحدهما: لشرف هذا...

Kirim Pertanyaan