Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak-Anaknya

2 menit baca
Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak-Anaknya
Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak-Anaknya

Syaikh bin Baz rahimahullah dengan tegas mengingatkan kita akan tanggung jawab luar biasa orang tua terhadap anak-anak mereka. Beliau menyatakan,

والواجب على الآباء والأمهات والإخوة الكبار أن يكونوا عوناً لأولادهم على التفقه في الدين، والتعلم، والعناية بطلب العلم.

Menjadi sebuah kewajiban bagi para ayah, ibu dan saudara-saudara sekalian untuk membantu putra-putrinya dalam memahami ilmu agama, belajar dan semestinya mereka juga perhatian terhadap upaya mencari ilmu agama.
[Majmu’ al-Fatawa (8/279)]

Tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan agama anak-anaknya memiliki nilai yang sangat penting dalam Islam. Ini mencakup tidak hanya pendidikan formal, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai moral dan etika agama ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, membantu dalam memahami ilmu agama: Orang tua hendaknya menjadi sumber pengetahuan agama bagi anak-anak mereka. Mereka memberikan pemahaman yang benar tentang ajaran Islam, membimbing mereka dalam memahami nilai-nilai agama Islam, hukum, dan praktik-praktik amalan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Kedua, mendorong proses belajar: Syaikh bin Baz rahimahullah menegaskan pentingnya mendukung anak-anak dalam proses pembelajaran mereka. Ini mencakup pendidikan formal di sekolah agama dan juga pembelajaran informal di rumah. Orang tua seyogianya memotivasi anak-anak untuk mencari pengetahuan dan mendorong semangat mereka.

Ketiga, perhatian terhadap pencarian ilmu agama: Tidak hanya mencukupkan dengan memberikan ilmu agama, orang tua juga diharapkan untuk aktif memotivasi anak-anak dalam mencari ilmu agama. Ini dapat melibatkan dukungan mereka terhadap berbagai kegiatan dan pengalaman langsung dengan mereka dengan orang-orang yang berilmu.

Dalam kesimpulannya, kewajiban orang tua terhadap anak-anaknya bukan hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi yang lebih penting darinya adalah upaya pemahaman dan pengamalan ajaran Islam. Allahu a’lam.

Abu Ammar Ahmad

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari)

Lainnya

  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan, “كلمة عند فطره أو حين فطره تشمل ما كان قبيل الإفطار أو...
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah, إذا كان زوجها حاضراً فلا يجوز لها أن تخرج إلا بإذنه، وإذا...
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan, فمن السّفه أن تأتي إلى قبر إنسان صار رميماً تدعوه وتعبده وهو...
  • Sahl bin Abdillah At Tustari rahimahulloh berkata, “Barang siapa berbicara hal-hal yang tidak ada manfaatnya, maka dia akan terhalangi...
  • Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “أنّ النّاصح لا يُعاديك إذا لم تقبل نصيحتَه، وقال: قد وقعَ أجري على الله،...
  • Dalam agama Islam, menjauhi perkara haram adalah kewajiban yang sangat penting. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah,...

Kirim Pertanyaan