Besarnya Dosa Meninggalkan Salat

1 menit baca
Besarnya Dosa Meninggalkan Salat
Besarnya Dosa Meninggalkan Salat

Salat, merupakan tiang utama yang menopang kehidupan seorang Muslim. Dalam keberadaannya, salat menjadi sebuah ibadah yang menghubungkan jiwa dengan Sang Pencipta. Namun, betapa ironisnya bahwa terkadang kita meremehkan ibadah salat tersebut.

Dalam kitab Ash-Sholah wa Hukmu Tarikiha 29, Ibnu Qayyim rahimahullah menegaskan,

“ﻻ ﻳﺨﺘﻠﻒ اﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﺃﻥ ﺗﺮﻙ اﻟﺼﻼﺓ اﻟﻤﻔﺮﻭﺿﺔ ﻋﻤﺪاً ﻣﻦ أﻋﻈﻢ اﻟﺬﻧﻮﺏ ﻭﺃﻛﺒﺮ اﻟﻜﺒﺎﺋﺮ ﻭﺃﻥ إﺛﻤﻪ عند اﻟﻠﻪ ﺃﻋﻈﻢ ﻣﻦ ﺇﺛﻢ ﻗﺘﻞ اﻟﻨﻔﺲ ﻭﺃﺧﺬ اﻷﻣﻮاﻝ ﻭﻣﻦ ﺇﺛﻢ اﻟﺰﻧﺎ ﻭاﻟﺴﺮﻗﺔ ﻭﺷﺮﺏ اﻟﺨﻤﺮ.”

Kaum muslimin tidak berbeda pendapat bahwa meninggalkan salat wajib dengan sengaja termasuk sebesar-besarnya dosa.
Dosanya di sisi Allah lebih besar daripada dosa membunuh jiwa, mengambil harta, berzina, mencuri dan minum khamr.

Kata-kata ini memanggil kita untuk merenungkan keagungan salat dan konsekuensi tragis yang terjadi saat kita memilih untuk mengabaikannya.

Salat bukanlah sekadar rutinitas yang tanpa makna, melainkan sebuah ibadah yang sangat agung.
Namun, ketika salat wajib diabaikan, kita menghadapi dosa yang sangat besar.

Maka, berhentilah sejenak di tengah keramaian dunia. Dengarkan panggilan suci yang bergema dari masjid. Kembalilah kepada-Nya dengan segenap keikhlasan hatimu. Allahu a’lam

Abu Abdillah Dendi

“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Lainnya

  • Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan, ولا شيء يطمئن القلوب ، ويريح النفوس إلا الرجوع إلى الله وامتثال...
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan, “إذا كان الإنسان يصوم يوما ويفطر يوما وصادف يوم صومه يوم جمعة...
  • Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya “أيؤجر الرجل على بغض من خالف حديث رسول الله ﷺ فقال : إي...
  • Al Amir Ash Shan’ani rahimahullah mengatakan, “Hakekat perdebatan adalah engkau mencela pembicaraan orang lain untuk menampakan kekurangan pada pembicaraannya,...
  • Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, إذا أذنب العبد ثم تاب لم يزدد من الله إلا قربا وهكذا كلما أذنب “Jika...
  • Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menyatakan, لَيسَ العِلمُ عَن كَثرَةِ الحَدِيثِ، وَلَكِنَّ العِلمَ عَن كَثرَةِ الخَشيَة “Ilmu tidaklah dinilai...

Kirim Pertanyaan