Campur Baur Laki-laki & Perempuan Di Shaf Salat?

2 menit baca
Campur Baur Laki-laki & Perempuan Di Shaf Salat?
Campur Baur Laki-laki & Perempuan Di Shaf Salat?

Di shaf shalat, kaum lelaki dan perempuan diatur secara terpisah. Salah satu aspek yang penting untuk dijaga adalah adanya pemisahan antara laki-laki dan perempuan di dalam shaf salat. Hal ini juga dijelaskan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, seorang ulama besar yang menekankan pentingnya menjaga kesucian dalam ibadah salat.

Di dalam karya nya di dalam kitab Majmu Fatawa wa Maqolat 4/248 beliau menjelaskan,

وكان النساء في عهد النبي ﷺ لا يختلطن بالرجال لا في المساجد ولا في الأسواق الاختلاط الذي ينهي عنه المصلحون اليوم، ويرشد القرآن والسنة وعلماء الأمة إلى التحذير منه حذرا من فتنته، بل كان النساء في مسجده ﷺ يصلين خلف الرجال في صفوف متأخرة عن الرجال

“Dahulu para wanita di zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak bercampur baur dengan kaum laki-laki baik di masjid maupun di pasar. Dengan campur baur yang dilarang oleh orang-orang yang berbuat kebaikan hari ini. Begitu pula al-Qur’an, Sunnah serta para ulama memperingatkan darinya agar berhati-hati dari fitnah yang akan muncul karenanya. Bahkan dahulu para wanita di masjid Nabi shallallahu alaihi wa sallam salat di belakang kaum lelaki di shaf akhir jauh dari para lelaki”

Dalam masa keemasan Islam di zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam, perempuan tidak pernah bercampur baur dengan laki-laki di dalam masjid maupun di pasar. Namun, pada zaman sekarang ini, campur baur antara laki-laki dan perempuan seringkali terjadi dan dianggap biasa. Padahal, hal ini dilarang oleh orang-orang yang berbuat kebaikan dan diingatkan oleh Al-Quran, Sunnah, serta para ulama agar selalu berhati-hati terhadap fitnah yang dapat muncul akibat dari campur baur tersebut.

Dalam menjaga kesucian dalam ibadah salat, perempuan pada masa itu selalu salat di belakang kaum laki-laki dan berada di shaf akhir jauh dari para laki-laki. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan menjaga adab dalam beribadah. Dengan adanya pemisahan antara laki-laki dan perempuan di dalam shaf salat, maka kesucian dalam ibadah salat akan terjaga dan tidak ada campur baur yang dapat mengganggu kekhusyukan dan khidmatnya salat.

Namun, kini kita seringkali melihat campur baur antara laki-laki dan perempuan di dalam shaf salat. Padahal, menjaga kesucian dalam ibadah salat harus tetap dijaga. Tidak ada alasan yang dapat melegitimasi campur baur dalam shaf salat, karena ini jelas-jelas melanggar adab dan kesucian dalam beribadah. Oleh karena itu, marilah kita kembali menjaga adab dan kesucian dalam ibadah salat seperti yang dijaga oleh para sahabat dan para ulama terdahulu.

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan keberkahan dalam hidup kita.

Abu Hanan Faozi

“Barang siapa yang keluar (rumah) untuk mencari ilmu maka dia termasuk orang yang berada di jalan Allah sampai dia pulang.” HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu mengatakan, “Cintailah orang-orang miskin karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan...
  • Al’almah Al Albanii rahimahulloh mengatakan, “Seseorang yang hendak sholat dia harus meniatkan ibadah sholat yang dia lakukan tersebut dan...
  • Al-‘Allamah al-Mu’alimiy rahimahullah menyatakan, كان العرب يحبون الشرف ويرون أن الكذب من أفحش العيوب المسقطة للرجل . “Sejak dahulu...
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “جمع الناس للطعام في العيدين، وأيام التشريق سنة وهو من شعائر الإسلام التي...
  • Ibnul Jauzi rahimahullah menuturkan, ‏إخواننا إياكم ومخالفة السنة فإن ذلك يبعدكم من الجنة “Wahai saudaraku sekalian, hati-hatilah kalian dari...
  • Bag.1 :: Al-Ustadz Ayip Syafruddin Manusia adalah tempat salah dan lupa. Tak seorang pun yang berani menjamin dirinya akan...

Kirim Pertanyaan