Dua Manfaat Musibah

1 menit baca
Dua Manfaat Musibah
Dua Manfaat Musibah

Musibah adalah cobaan atau ujian yang sering kali menimpa manusia dalam kehidupan mereka. Namun, dalam perspektif agama, musibah memiliki dua manfaat yang penting bagi individu yang mengalaminya.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,

إذا أصيب الإنسان تذكر الأجر واحتسب هذه المصيبة على الله فيكون فيها فائدتان: تكفير الذنوب، وزيادة الحسنات

“Apabila seseorang tertimpa musibah kemudian teringat akan pahala dan berharap pahala atas musibah ini kepada Allah, maka akan ada dua manfaat dalam musibah itu, yaitu sebagai penghapus dosa-dosa dan penambah kebaikan-kebaikan untuknya.” [Syarh Riyadhis Shalihin 1/97]

Ketika seseorang tertimpa musibah, jika ia mengingat pahala dan berharap mendapatkan pahala atas musibah tersebut dari Allah ﷻ, maka ada dua manfaat yang dapat diperoleh dari musibah tersebut.

Pertama, musibah dapat menjadi penghapus dosa-dosa. Dalam konteks ini, musibah penyucian dosa individu yang mengalaminya. Dalam menghadapi musibah, seseorang harus bersabar, merenungkan kesalahannya, bertobat, dan melakukan perbaikan diri. Dengan demikian, musibah menjadi kesempatan untuk menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan dan memperbaiki hubungan dengan Allah ﷻ.

Kedua, musibah dapat menjadi penambah kebaikan. Ketika seseorang menerima musibah dengan kesabaran, ketekunan, dan keimanan, ia dapat mendapatkan pahala tambahan atas keteguhan hati dan kepatuhannya kepada Allah ﷻ. Dengan demikian, musibah dapat meningkatkan kebaikan dalam diri seseorang. Di balik musibah pasti terdapat hikmah dan kebaikan bagi seorang hamba di dunia maupun di akhirat.

Allahu a’lam.

Abu Ubay Afa

“Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut.” (HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Dari Thowus dari bapaknya ia berkata, “Sesungguhnya akhlak-akhlak yang baik ini merupakan anugerah yang Allah azza wa jalla berikan...
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “لا يجوز للإنسان أن يصلي صلاة التراويح أربع ركعات بتسليمة واحدة؛ لأن...
  • Ibnu Abi Jamrah rahimahullah menjelaskan, “وسِرُّ كون العبادة فيها أفضل من غيرها أنَّ العبادة في أوقات الغفلة فاضلة على...
  • Ibnu Hazm rahimahullah menyatakan, “ما أجمل الصمت في القضايا الحساسة ؛ فكم شاهدنا ممن أهلكه كلامه ولم نر قط...
  • Bakr bin Muhammad rahimahullah menyatakan, ما رأيت بن عوف شامتا أحدا قط عبدا ولا أمة ولا شاة ولادجاجة ولا...
  • Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi rahimahullah menegaskan, فهو تشريع حكيم خبير لا يطعن فيه إلا من أعمى الله بصيرته بظلمات...

Kirim Pertanyaan