Keteladanan Sahabat Dalam Memuliakan Orang Berilmu

1 menit baca
Keteladanan Sahabat Dalam Memuliakan Orang Berilmu
Keteladanan Sahabat Dalam Memuliakan Orang Berilmu

Ketika kita membicarakan tentang kehidupan sahabat Nabi Muhammad ﷺ, ada banyak teladan yang bisa kita ambil. Salah satu aspek yang patut dicontoh adalah sikap mereka terhadap orang-orang berilmu. Sahabat seperti Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma telah menunjukkan keteladanan yang luar biasa dalam memuliakan dan menghormati para ulama.

Dalam sebuah peristiwa yang tercatat dalam sejarah, Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma memegang kendaraan Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu sambil berkata,

هكذا أمرنا أن نفعل بالعلماء

Seperti inilah kami diperintahkan untuk bersikap kepada orang-orang yang berilmu.
Ungkapan ini mencerminkan sikap hormat dan penghargaan yang dimiliki oleh sahabat terhadap para ulama.

Sikap keteladanan ini memiliki makna yang mendalam. Kisah ini menunjukkan bahwa orang-orang berilmu harus diperlakukan dengan penuh hormat dan penghormatan, karena mereka adalah penjaga dan pewaris ilmu pengetahuan yang berharga. Sahabat Nabi Muhammad ﷺ menyadari betapa pentingnya peran ulama dalam menyebarkan dan menjaga kebenaran agama Islam.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga dapat mengambil pelajaran berharga dari keteladanan ini. Menghormati dan memuliakan orang-orang berilmu bukanlah sekadar kewajiban, tetapi juga tindakan yang membutuhkan pahala. Ketika kita memperlakukan ulama dengan hormat dan menghargai pengetahuan yang mereka miliki, kita juga akan mendapatkan manfaat dan petunjuk dari mereka. Allahu a’lam

Abu Ammar Ahmad

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari)

Lainnya

  • Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu mengatakan, من طلب الآخرة أضر بالدنيا ومن طلب الدنيا أضر بالآخرة يا قوم فأضروا...
  • Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahulloh Gaji pegawai tersebut mengandung syubhat. Hendaknya dia bertakwa kepada Allah ta’ala dan memperhatikan...
  • Abul Hasan al-Mawardi rahimahullah mengatakan, العلم عِوَضٌ مِن كل لذة ومُغْنٍ عن كل شهوة “Ilmu agama adalah pengganti seluruh...
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah, إذا كان زوجها حاضراً فلا يجوز لها أن تخرج إلا بإذنه، وإذا...
  • Mu’awiyah bin Qurrah rahimahullah menuturkan, “أَدْرَكْتُ سَبْعِيْنَ مِنَ الصَّحَابَةِ، لَوْ خَرَجُوا فِيْكُمُ اليَوْمَ، مَا عَرَفُوا شَيْئاً مِمَّا أَنْتُم فِيْهِ...
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, يأخذ بطريق السلف ، في العقيدة، والأدب، والعمل، والمنهج ، وفي كل شيء،...

Kirim Pertanyaan