Membangun Rumah Di Surga Dengan Dzikir

2 menit baca
Membangun Rumah Di Surga Dengan Dzikir
Membangun Rumah Di Surga Dengan Dzikir

Rumah di surga adalah impian bagi setiap Muslim yang berusaha untuk mencapai kebahagiaan abadi di akhirat. Namun, apakah Anda tahu bahwa ada kunci khusus untuk membangun rumah di surga? Imam Ibnul Qayyim, seorang ulama terkenal dalam sejarah Islam, menjelaskan bahwa dzikir merupakan fondasi utama yang memikat malaikat untuk membangun rumah di surga bagi setiap individu.

Dalam sebuah kutipan yang terkenal, Imam Ibnul Qayyim mengatakan,

“ﺇﻥَّ ﺩُﻭﺭَ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺗُﺒْﻨَﻰ ﺑِﺎﻟﺬِّﻛﺮِ ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺃَﻣﺴَﻚَ ﺍﻟﺬَّﺍﻛِﺮُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺬِّﻛﺮِ ﺃَﻣﺴَﻜَﺖِ ﺍﻟﻤَﻼﺋِﻜَﺔُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺒِﻨَﺎﺀِ”

“Sesungguhnya rumah di surga akan terbangun dengan dzikir. Jika seseorang berhenti dari dzikir, para malaikat pun akan berhenti membangun rumah (untuknya di surga).” Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya dzikir dalam menjalin hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memperoleh pahala yang tak terhingga.” [al-Wabil ash-Shayib 1/109]

Dzikir adalah mengingat Allah Ta’ala dengan kalbu dan lisan. Ada yang berupa dzikir mutlak, yaitu dzikir yang pelaksanaannya tidak terikat dengan waktu dan tempat. Seperti bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (alhamdulillah), tahlil (Laa ilaaha illallaah) dan yang semisalnya. Atau dzikir mutlak yaitu dzikir yang terkait dengan waktu atau tempat tertentu. Seperti dzikir sebelum tidur, setelah tidur, dzikir ketika akan makan, safar dan lain sebagainya.

Malaikat-malaikat Allah adalah makhluk yang taat dan senantiasa melaksanakan perintah-Nya. Ketika mereka mendapati seseorang yang rajin berdzikir, mereka akan membangun rumah di surga untuk individu tersebut atas perintah Allah Ta’ala.

Namun, penting untuk diingat bahwa ketika seseorang berhenti dari dzikir, malaikat pun berhenti membangun rumah di surga. Ini menunjukkan bahwa kesinambungan dalam dzikir sangat penting dalam memperoleh keberkahan dan kenikmatan abadi. Jika seseorang mengabaikan dzikir dan menjauhkan diri dari pengingat Allah, maka ia akan kehilangan kesempatan untuk membangun rumah di surga. Allahu a’lam

Abu Ubay Afa

“Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut.” (HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  •   Abu Waqid al-Laitsi radhiyallahu ‘anhu mengatakan, تَابَعْنَا الأَعْمَالَ أَيُّهَا أَفْضَلُ ، فَلَمْ نَجِدْ شَيْئًا أَعْوَنَ عَلَى طَلَبِ الآخِرَةِ...
  • Setiap orang pasti ingin meraih kebahagiaan dalam hidupnya. Namun, tidak semua orang mampu meraihnya. Ada yang merasa hidupnya penuh...
  • Amr bin Maimun rahimahullah berkisah, صَلَّى بِنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رضي الله عنه صَلَاةَ الْمَغْرِبِ فَقَرَأَ فِي الركْعَةِ الْأُولَى...
  • Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin rahimahullah memberikan klarifikasi mengenai hukum menyedekapkan tangan mayit ketika dikafani. Dalam pandangan beliau, tindakan...
  • Dalam kehidupan ini, setiap individu menghadapi berbagai pilihan dan jalan yang dapat diambil. Namun, di tengah keragaman itu, ada...
  •   Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu ‘anhu menuturkan, النفاق اليوم أكثر منه على عهد رسول الله وفي روية كانوا على...

Kirim Pertanyaan