Memohon Jalan Yang Lurus

2 menit baca
Memohon Jalan Yang Lurus
Memohon Jalan Yang Lurus

Dalam kehidupan ini, setiap individu menghadapi berbagai pilihan dan jalan yang dapat diambil. Namun, di tengah keragaman itu, ada satu permohonan khusus yang diajarkan oleh Al-Qur’an kepada umat manusia bahkan ayat ini selalu lantunkan oleh kaum muslimin di setiap rakaat dalam pelaksanaan salat:

(ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَ ٰ⁠طَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ)

“Tunjukilah kami jalan yang lurus” (QS. Al-Fatihah: 6). Ayat ini menggambarkan kebutuhan manusia untuk menemukan arah yang benar dalam hidup mereka.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, seorang ulama terkemuka, menjelaskan makna penting dibalik permohonan ini. Dalam tafsirnya, beliau menyatakan

“أرشدنا ووفقنا إلى الصراط المستقيم وهو الطريق الواضح الموصل إلى الله و جنته، وهو معرفة الحق و العمل به.”

“Yang dimaksud adalah bimbinglah kami dan berilah kami taufik kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan yang sangat jelas dan akan mengantarkan kepada Allah serta kepada surga-Nya. yaitu dengan cara mengetahui kebenaran dan mengamalkannya.” [Tafsir as-Sa’di 27]

Namun, untuk mencapai jalan yang lurus ini, ada dua hal penting yang harus kita lakukan. Pertama, kita perlu mengetahui kebenaran. Mengetahui kebenaran melibatkan pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama, nilai-nilai moral, dan prinsip-prinsip yang benar. Hal ini mencakup mempelajari Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam di atas pemahaman para sahabat serta merenungkan maknanya dengan sungguh-sungguh.

Kedua, setelah mengetahui kebenaran, kita harus mengamalkannya. Pengetahuan tanpa amal adalah sia-sia belaka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala meminta kita untuk mengaplikasikan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Hanya dengan mengamalkan kebenaran, kita dapat mengikuti jalan yang lurus yang akan membawa kita menuju keberkahan dan kebahagiaan sejati.

Permohonan “Tunjukilah kami jalan yang lurus” adalah sebuah doa yang harus kita panjatkan setiap hari. Kita perlu memohon bimbingan Allah dan taufik-Nya agar kita tidak tersesat dalam arus kehidupan yang kompleks ini. Dalam mencari jalan yang lurus, kita akan menemui rintangan dan godaan yang dapat membuat kita terhenti atau tersesat. Namun, dengan doa dan upaya yang tulus, niscaya Allah akan membantu kita menemukan jalan yang lurus dan memberikan taufik untuk mengikutinya. Allahu a’lam

Abu Ubay Afa

“Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut.” (HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah pernah memberikan pencerahan yang penting tentang semangat mengamalkan ilmu. Dalam salah satu kutipannya,...
  • Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata, ما زال الصحابة ومن بعدهم ينكرون على من خالف وأخطأ كائناً من...
  • Imam asy-Syafi’i rahimahullah menyatakan, “اجتناب المعاصي وترك ما لا يعنيك ينور القلب” “Menjauhi kemaksiatan dan meninggalkan apa yang tidak...
  • Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita dihadapkan pada situasi di mana kita mengetahui apa yang benar, tetapi kita memilih...
  • Yahya Ibnu Mu’adz Ar Razi rahimahullah berkata : Manusia itu terbagi menjadi tiga golongan, 1. Golongan manusia yang menyibukan...
  • Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah menyatakan, الإنسان وقته ثمين لا يضيعه لمشاهدة المباريات لأنها تشغله عن ذكر الله “Waktu seorang...

Kirim Pertanyaan