![]() |
Menepis Pikiran Buruk Terhadap Muslim |
Pada zaman ini, di tengah dinamika kehidupan modern, seringkali kita merasa terjebak dalam aliran pikiran negatif terhadap orang lain, termasuk sesama muslim. Namun, nasihat bijak dari Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menepis pikiran buruk dan justru memperbanyak perhatian serta doa baik bagi sesama muslim.
Ibnu Qudamah al-Maqdisi, seorang ulama besar dari masa lampau, pernah mengungkapkan dengan bijak,
“Kapan pun terbesit dalam benak anda pikiran buruk terhadap seorang muslim, maka hendaknya anda menambah perhatian kepadanya dan mendoakan kebaikan untuknya. Karena sungguh hal itu akan membuat syaithan marah dan mengusirnya dari anda.” (Mukhtasar Minhajil Qashidin 3/32).
Kata-kata ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya menanamkan rasa empati dan rasa persaudaraan dalam diri kita. Daripada membiarkan pikiran buruk merajai, kita seharusnya memupuk rasa perhatian dan cinta kasih terhadap sesama muslim. Bukan hanya untuk menjaga hubungan antar sesama, tetapi juga untuk menjaga diri kita dari pengaruh negatif syaithan.
Pikiran negatif terhadap muslim yang baik tidak hanya akan merugikan hubungan sosial, tetapi juga memberikan kekuatan kepada syaithan untuk mempengaruhi pikiran dan hati kita. Oleh karena itu, dengan menambahkan perhatian dan mendoakan kebaikan bagi sesama muslim, kita tidak hanya membantu mereka meraih kebaikan, tetapi juga memperkuat pertahanan diri kita dari tipu daya syaithan.
Tidak boleh berprasangka buruk terhadap muslim yang baik tanpa ada indikasi kuat yang mendukung sangkaan tersebut.
Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang dalam hadisnya untuk berburuk sangka terhadap muslim yang baik atau buruk sangka tanpa bukti. Beliau mengatakan,
“Hati-hatilah kalian dari buruk sangka karena sesungguhnya buruk sangka adalah sedusta-dustanya pembicaraan.” HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Allahu a’lam