“Mencuri” Akhlak yang Mulia dari Teman Shalih

2 menit baca
“Mencuri” Akhlak yang Mulia dari Teman Shalih
“Mencuri” Akhlak yang Mulia dari Teman Shalih

Hidup ini adalah perjalanan panjang menuju surga. Dalam mengarungi lika-liku kehidupan, kita pasti bertemu dengan berbagai macam orang yang memiliki karakter dan akhlak yang berbeda-beda. Namun, tahukah Anda bahwa berteman dengan orang shalih dapat memberikan manfaat yang sangat besar dalam membentuk akhlak yang mulia?

Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi, seorang ulama besar dari generasi salaf, pernah mengatakan

قد تُكتسب الأخلاق الحسنة بمصاحبة أهل الخير، فإن الطبع لِـصٌّ يسرق الخير والشر

“Terkadang akhlak yang mulia dapat diperoleh dengan berteman orang-orang yang baik. Karena sesungguhnya tabiat manusia ibarat pencuri, dia akan mencuri yang baik dan yang buruk.” [Mukhtasor Minhajil Qashidin 3/10]

Oleh karena itu, jika kita ingin memiliki akhlak yang baik, kita harus memilih teman yang baik. Supaya kita bisa “mencuri” akhlak yang mulia dari orang-orang yang baik.

Berteman dengan orang shalih memberikan banyak manfaat dalam perjalanan kita menuju surga. Pertama-tama, mereka bisa menjadi contoh teladan bagi kita dalam berakhlak. Kita bisa belajar dari perilaku mereka yang selalu memperlihatkan kebaikan dan kejujuran dalam segala aspek kehidupan. Kedua, mereka bisa memberikan motivasi dan semangat bagi kita untuk terus berbuat kebaikan. Ketiga, dengan berteman dengan orang shalih, kita bisa memperoleh doa dan nasihat yang baik dari mereka.

Namun, tentu saja, berteman dengan orang shalih bukanlah perkara yang mudah. Kita harus berusaha untuk mengenali orang-orang yang memiliki karakter dan akhlak yang baik, dan berusaha untuk memperbaiki diri agar dapat menjadi teman yang baik bagi mereka juga. Kita juga harus selalu mengingatkan satu sama lain dalam kebaikan dan kejujuran, serta saling mendukung dalam berbagai hal.

Dalam mengarungi kehidupan ini, kita memang tidak bisa sendiri. Kita membutuhkan bantuan dan dukungan dari orang lain untuk dapat mencapai tujuan akhir kita, yaitu surga. Oleh karena itu, mari kita berusaha untuk berteman dengan orang shalih, “mencuri” akhlak yang mulia dari mereka, dan berusaha untuk menjadi teman yang baik bagi mereka juga. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing langkah-langkah kita dalam meniti jalan-Nya yang lurus. Aamiin.

Abu Ubay Afa

“Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut.” (HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “ما من مسلم غرس غرسا فأكل...
  • Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan, “كثير مِن الناس يصبرُ على مكابدة قيام الليل في الحَرِّ ، والبَرْدِ ، وعلى...
  • Syaikhul Islam rahimahullah berkata, Yang membedakan di antara manusia adalah keimanan dan ketakwaannya, bukan karena faktor keturunan nenek moyangnya...
  • Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Sungguh di antara penyebab utama penyimpangan seorang pemuda adalah waktu luang. Sejatinya, ia ibarat sebuah...
  • Bagaikan Mayat Hidup Di masa lalu, terdapat seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang bernama Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu ‘anhu. Beliau...
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan Tidak akan hilang kefakiran hamba kecuali dengan tauhid dan apabila terwujud istighfar bersama...

Kirim Pertanyaan