Melihat Ke Atas Dalam Urusan Akhirat

2 menit baca
Melihat Ke Atas Dalam Urusan Akhirat
Melihat Ke Atas Dalam Urusan Akhirat

Dalam agama Islam, menjaga hubungan dengan Allah ‘azza wa jalla dan beribadah dengan sebaik-baiknya merupakan tujuan utama setiap muslim. Namun, dalam perjalanan menuju akhirat, ada pentingnya bagi seseorang untuk melihat ke atas, yaitu kepada orang-orang yang berada di atasnya dalam hal ketaatan dan ibadah. Hal ini merupakan perspektif yang diajarkan oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam rahimahullah

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam rahimahullah mengatakan,

أما النظر في الطاعات والقربات فينبغي أن ينظر إلى من هم أعلى منه وأن يعتبر نفسه من المقصرين وأن يغبطهم على سبقهم ويجد في اللحاق بهم

“Adapun pendangan dalam hal ketaatan dan ibadah. Maka hendaknya seseorang melihat kepada orang-orang yang berada di atasnya, menganggap dirinya termasuk orang-orang yang banyak melakukan kekurangan, merasa iri (ghibtah) kepada orang-orang yang mendahuluinya dan bersungguh-sungguh untuk menyusul mereka.” [Taudhihul Ahkam min Bulughil Maram 7/288]

Dalam melihat ke atas terkait dengan urusan akhirat, seseorang harus menganggap dirinya sebagai orang yang masih banyak melakukan kekurangan dalam ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla. Dengan demikian, ia tidak akan terjebak dalam kesombongan dan kepuasan diri yang dapat menghalanginya untuk meningkatkan ketaqwaannya.

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam juga menekankan pentingnya motivasi terhadap orang-orang yang mendahuluinya dalam ibadah. Sebagai dorongan semangat untuk meningkatkan kualitas ibadahnya sendiri. Melihat ke atas kepada mereka yang lebih dekat dengan Allah ‘azza wa jalla dapat mendorong seseorang untuk berusaha lebih keras dan lebih tekun dalam beribadah.

Dalam konteks ini, melihat ke atas juga berarti mencari teladan yang baik dalam ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla. Orang-orang yang berada di atas kita dalam hal ibadah dapat menjadi panutan dan inspirasi bagi kita untuk meningkatkan amal perbuatan kita. Dengan belajar dari mereka, kita dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan kita sendiri.
Demikianlah agama Islam memotivasi kita agar melihat ke atas dalam urusan agama dan akhirat. Allahu a’lam

Abu Ubay Afa

“Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut.” (HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Seorang laki-laki datang menemui Abdulloh bin Al Mubarok mengadukan kepadanya tentang kedurhakaan anaknya. Maka Ibnul Mubarak bertanya kepadanya, “Apakah...
  • Imam asy-Syaukani rahimahullah menyatakan, ‏”إِنَّمَا سُمِّيَ رمضان لأنهُ يَرْمِضُ_الذنوب ‏أي : يحرقها يذيبها لما يقع فيه من العبادة.” “Sesungguhnya...
  • Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, “ﻭﻻ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺸﻖ ﻋﻠﻰ اﻷﺑﻮﻳﻦ ﺑﻜﺎء اﻟﻄﻔﻞ ﻭﺻﺮاﺧﻪ ﻭﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﻟﺸﺮﺑﻪ اﻟﻠﺒﻦ ﺇﺫا ﺟﺎﻉ...
  • Ar-Raghib al-Asfahani rahimahullah menyatakan, “ولم يُرد تعالى بالبخل: البخل بالمال فقط، بل بجميع ما منه نفع الغير، من نُصرةٍ...
  • Al-Bara’ bin Azib radhiyallahu’anhu berkisah, “أَنَّهُمْ كَانُوا يُصَلُّونَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا رَكَعَ رَكَعُوا وَإِذَا...
  • Ibnu Muflih rahimahullah berkata, “لولا المصائب لبطر العبد وبغى وطغى فيحميه بها من ذلك ويطهره مما فيه فسبحان من...

Kirim Pertanyaan