Menikahi Seorang Wanita Karena Kitab

2 menit baca
Menikahi Seorang Wanita Karena Kitab
Menikahi Seorang Wanita Karena Kitab

Dalam perjalanan hidup yang penuh berkah dan pelajaran, seringkali kita menemui kisah-kisah para pendahulu kita yang saleh nan inspiratif tentang ilmu syar’i dan agama. Salah satu kisah menarik yang patut dipelajari adalah kisah pernikahan Ishaq bin Rahuyah rahimahullah dengan seorang wanita yang suaminya memiliki kitab-kitab Imam Syafi’i.

Ahmad bin Salamah an-Naisaburi rahimahullah berkisah,

تزوج إسحاق بن راهوية بامرأة رجل كان عنده كتب الشافعي، مات لم يتزوج بها إلا الكتب

“Ishaq bin Rahuyah rahimahullah menikah dengan seorang wanita yang suaminya memiliki kitab-kitab Imam Syafi’i. Tatkala laki-laki itu meninggal, Ishaq pun menikahinya. Tidaklah Ishaq menikahi wanita tersebut melainkan karena kitab-kitabnya.” [Siyar A’lamin Nubala 10/70]

Dalam riwayat tersebut, kita mendapati bahwa Ishaq bin Rahuyah rahimahullah, seorang ulama besar pada zamannya, memilih untuk menikahi seorang wanita setelah suaminya meninggal dunia. Apa yang membuat kisah ini begitu menarik adalah alasan di balik pernikahan mereka yang tidak biasa. Ishaq bin Rahuyah tidak menikahi wanita tersebut karena kecantikannya, kekayaannya, atau faktor dunia lainnya. Ia menikahinya semata-mata karena kitab-kitab Imam Syafi’i yang dimiliki oleh suaminya yang telah meninggal.

Tindakan Ishaq bin Rahuyah ini mengajarkan kita pelajaran penting dalam Islam. Diantaranya adalah hal ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu dalam agama Islam. Imam Syafi’i adalah salah satu ulama besar dalam sejarah Islam yang memiliki kontribusi besar dalam bidang fiqh dan selainnya. Kitab-kitabnya menjadi sumber ilmu yang sangat berharga. Dengan menikahi wanita ini, Ishaq bin Rahuyah rahimahullah menegaskan bahwa cinta dan penghargaan terhadap ilmu agama menjadi prioritas utama dalam hidup kita. Kitab adalah sesuatu yang sangat berharga bagi pencari ilmu yang sejati.

Maka marilah sebagai umat Islam, kita harus selalu berusaha mengutamakan nilai-nilai agama dalam segala aspek kehidupan kita, termasuk dalam memilih pasangan hidup. Utamakanlah pasangan yang baik akhlak dan agamanya. Allahu a’lam nampaknya

Abu Ubay Afa

“Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut.” (HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, وليس في أهل الأهواء أكثر كذباً من الرافضة “Tidak ada pengekor hawa nafsu...
  • Ibnu Muflih rahimahullah menyatakan, “و ينبغي الصَّبر على البَنات والإحْسان إليهن، وأن لا يُنفل عليهن الذكور بغير سببٍ شرعي.”...
  • Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan, فليس الشأن في الإتيان بالطاعة إنما الشأن في حفظها مما يبطلها “Bukanlah yang terpenting...
  • Dalam ajaran Islam, ada dosa-dosa besar yang sangat berat dan sulit untuk dihapuskan. Salah satunya adalah ghibah, yang dijelaskan...
  • Berkata Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah, “Tidak ada sesuatu yang lebih buruk bagi seseorang dari terlalaikannya ia dari keutamaan-keutamaan...
  • Wahb bin Munabbih rahimahullah mengungkapkan suatu hakikat yang perlu diwaspadai dalam perilaku manusia, terutama dalam konteks akhlak dan keimanan....

Kirim Pertanyaan