Meraih Cinta Dengan Takwa

2 menit baca
Meraih Cinta Dengan Takwa
Meraih Cinta Dengan Takwa

Zaid bin Aslam rahimahullah pernah menyampaikan kata-kata yang penuh makna,

“من اتقى الله أحبه الناس وإن كرهوا”

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka orang-orang akan mencintainya walaupun sebelumnya mereka membencinya.”

Ungkapan ini mencerminkan konsep yang dalam tentang takwa dan dampak positifnya dalam hubungan terhadap sesama.

Takwa, dalam konteks Islam, bukan hanya sekadar ketaatan terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya, tetapi juga penerimaan dan pelaksanaan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Zaid bin Aslam dengan bijak mengaitkan takwa dengan dampak muamalah terhadap sesama. Beliau menyampaikan bahwa keberlanjutan praktik takwa dapat mengubah persepsi orang terhadap individu tersebut.

Pernyataan Zaid bin Aslam mencerminkan bahwa takwa bukan hanya tentang ibadah pribadi, melainkan juga memengaruhi interaksi sosial. Orang yang bertakwa akan menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang, kejujuran, dan keadilan. Sikap tawakal dan kesabaran yang merupakan bagian dari takwa akan menjadikan seseorang pribadi yang menyenangkan untuk dalam berinteraksi dengan sesama.

Dalam perspektif ini, cinta yang diperoleh oleh individu yang bertakwa bukanlah hasil dari penampilan atau popularitas, melainkan bersumber dari ketakwaan kalbu dan akhlak yang melekat pada dirinya. Orang-orang yang awalnya mungkin membenci atau meragukan, akan melihat kejujuran dan dedikasi dalam tindakan sehari-hari, yang kemudian menjadi dasar cinta dan penghargaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjadikan kalbu kaum mukminin mencintainya. Allahu a’lam

Abu Abdillah Dendi

“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Lainnya

  • Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, متى رزق العبد انقيادا للحق وثباتا عليه ،فليبشر فقد بشر بكل خير،وذلك فضل الله...
  • Al Amir Ash Shan’ani rahimahullah mengatakan, “Hakekat perdebatan adalah engkau mencela pembicaraan orang lain untuk menampakan kekurangan pada pembicaraannya,...
  • Al-Hafidz Ibnu Abdil Bar rahimahullah mengatakan, أنَّها ليلةٌ عَظِيمٌ شأنُها وبَرَكَتُهَا وجَليلٌ قَدْرُهَا ، هي خيرٌ من ألفِ شهرٍ...
  • Allah Azza wa Jalla berfirman, وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ...
  • Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah menjelaskan, ذلك من فجر يوم عرفة إلى آخر اليوم الثالث من أيام التشريق ويسمى بالتكبير...
  • Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan, نعم. لا يجوز هذا، الواجب أن يبدأ بالسلام، السلام عليكم ما هو...

Kirim Pertanyaan