Penyebebab Kerasnya Kalbu

2 menit baca
Penyebebab Kerasnya Kalbu
Penyebebab Kerasnya Kalbu

Dalam kitabnya, “Iqtidha ash-Shirath al-Mustaqim Iqtidha ash-Shirath al-Mustaqim 89,” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah membahas tentang penyebab kerasnya kalbu dan mengungkapkan bahwa kondisi ini merupakan hasil dari perbuatan dosa. Beliau menyatakan,

قسوة القلب من ثمرات المعاصي وقد وصف الله بها اليهود في غير موضع

“Kerasnya hati termasuk akibat kemaksiatan, dan sungguh Allah Ta’ala telah mensifati kaum Yahudi dengannya tidak hanya pada satu tempat dalam Al-Qur’an.”

ernyataan ini membahas hubungan erat antara pelaku dosa dan kerasnya hati. Ibnu Taimiyah menekankan bahwa hati yang keras merupakan salah satu konsekuensi dari perbuatan maksiat yang dilakukan oleh seseorang.

Dalam konteks ini, beliau merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an yang menyebutkan sifat kerasnya hati kaum Yahudi sebagai contoh konkret.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang mereka,

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“Kemudian setelah itu kalbumu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.” ( QS. al-Baqarah: 74)

Ini memberikan pelajaran bahwa setiap tindakan maksiat dapat merusak kondisi kalbu, membuatnya menjadi keras dan sulit menerima petunjuk.

Pesan yang ingin disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah pentingnya menjaga diri dari perbuatan dosa agar tidak mengeras. Kesadaran akan hubungan antara kemaksiatan dan kerasnya kalbu menjadi panggilan untuk merenungkan tindakan dan perilaku kita sehari-hari agar kalbu tetap lembut dan terbuka menerima petunjuk serta kebenaran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allahu a’lam

Abu Hanan Faozi

“Barang siapa yang keluar (rumah) untuk mencari ilmu maka dia termasuk orang yang berada di jalan Allah sampai dia pulang.” HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • RUSAKNYA MORAL ANAK SALAH SIAPA? Berkata Imam Ibnu Qayyim rahimahullah : Barangsiapa menyia-nyiakan pendidikan yang bermanfaat bagi anaknya dan...
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةً “Wahai jiwa yang tenang.” (QS. al-Fajr : 27) النَّفْسُ...
  • Kehadiran anak-anak dalam hidup kita adalah anugerah besar yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla. Sebagai orang tua, kita...
  • Kholaf bin Tamim rahimahullah melihat Sufyan ats-Tsauri rahimahullah di Mekah dan begitu banyak orang-orang yang menimba ilmu darinya. Maka...
  • Suara takbir bergema di udara, syahdu terasa merasuk ke dalam jiwa. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, hari kemenangan bagi...
  • Al-Allamah Ibnu Ustaimin rahimahullah berkata, لا تخرجون منها فرارا منه أما خروج الإنسان منها لا فرارا منه ولكن لإنه...

Kirim Pertanyaan