Bolehkah Santri Bercita-cita Menjadi Dokter Salafy ?

1 menit baca
Bolehkah Santri Bercita-cita Menjadi Dokter Salafy ?
Bolehkah Santri Bercita-cita Menjadi Dokter Salafy ?

Pertanyaan

Apakah boleh bagi seorang santri bercita-cita menjadi dokter salafy ? atau dosen salafy ?

Jawaban

Antum bercita-cita di Indonesia atau di Saudi Arabia ini ? Kalau mau jadi dokter salafy spesialis dokter penyakit qalbu itu tidak apa-apa, bukan dokter jiwa atau penyakit dalam, tapi penyakit syubhat dan syak.

Ada orang kena penyakit sufi antum obati, ada yang kena penyakit syi’ah antum obati, ada yang kena penyakit nifaq antum obati, bagus kalau seperti itu.

Tapi kalau dokter-dokter umum, nampaknya di Indonesia ini sulit. Dalam arti jalanya antum sudah jalannya santri, itu afdhal dari jalannya dokter.

Jangan antum berfikir santri jadi dokter, tapi berfikirlah dokter yang jadi santri, ini penting!

Jadi kita tidak perlu kita repot-repot, santri harus belajar urutan tubuh manusia,  ilmu kedokterannya lebih mumet sehingga tidak bisa lagi menghafalkan al-qur’an nanti.

Sudah jadi dokter, sudah kamu jadi salafy saja, selesai, tidak usah repot-repot. Tapi kalau salafy jadi dokter itu repot nanti, belum lagi belajarnya dimana ?

Begitu juga kalau jadi dosen, kalau bisa jadi dosen di Universitas Islam Madinah yah bagus, tapi kalau di sini (Indonesia) mau jadi dosen, dosen dimana ? IAIN ? Universitas Islam Negeri ?

Bagaimana dosen salafy mau ngajar disana ? ketemu para liberal-liberal yang membenci islam.

Narasumber: Ustadz Qomar ZA, Lc حفظه الله
Rujukan: Taklim Rutin Pondok Darul Atsar

Abu Ammar Ahmad

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari)

Lainnya

  • Dalam perkara ini ada kelonggaran, dzikir pagi waktunya mulai dari terbitnya fajar sampai meningginya matahari pada waktu dhuha. Adapun...
  • Dengan doa, anda bisa membacakan kepada anak-anak doa أعيذك بكلمات الله التامات من شر ما خلق U’iidzuka bikalimaatillaah at-Taammaati...
  • Tempat tinggal mereka berbeda-beda. Adapun jin yang shalih maka tinggal di masjid-masjid dan berbagai tempat yang baik. Adapun jin...
  • Anjing itu ada dua jenis, jenis yang disunahkan untuk dibunuh dan jenis lain yang tidak boleh di bunuh. Adapun...
  • Bicara di antara dua khutbah tidak mengapa selama tidak banyak pembicaraannya sehingga bisa melalaikan orang-orang di sekitarnya dan menyibukkan...
  • Jika imam salah dalam bacaan yang hukumnya wajib, seperti bacaan surat al-Fatihah, maka makmum wajib membenarkannya. Namun jika kesalahan...

Kirim Pertanyaan