Hati-hati Membuat Ibumu Menangis!

2 menit baca
Hati-hati Membuat Ibumu Menangis!
Hati-hati Membuat Ibumu Menangis!

Abul Hasan al-Qoththon rahimahullah memiliki kisah yang menggugah hati tentang kekuatan dan makna tangisan seorang ibu. Beliau berkisah,

أصبت ببصري وأظن أوقبت بكثرة بكاء أمي أيام فراقي لها في طلب الحديث والعلم

“Penglihatanku tertimpa musibah dan aku menduga bahwa aku dihukum seperti itu karena banyaknya tangisan ibuku pada hari-hari perpisahanku dengannya ketika aku mencari hadis dan ilmu.” (Mu’jamul Adiba 2/52)

Kisah ini menggambarkan betapa besar pengaruh dan doa seorang ibu dalam kehidupan anaknya. Abul Hasan al-Qoththon rahimahullah merasakan dampak nyata dari tangisan ibunya ketika mereka berpisah dalam perjalanan mencari ilmu. Beliau merasa bahwa musibah yang menimpanya mungkin merupakan hasil dari tangisan dan doa ibunya.

Padahal beliau meninggalkan ibu beliau dalam rangka untuk suatu tujuan yang baik dan bahkan mulia, yaitu menuntut ilmu agama. Lalu bagaimana kiranya jika tangisan itu disebabkan karena kezaliman terhadap seorang ibu. Maka jelas ini merupakan kedurhakaan terhadap orang tua dan dosa besar.

Tangisan seorang ibu biasanya merupakan ungkapan cinta, kasih sayang dan kekhawatiran yang mendalam. Ketika seorang ibu menangis karena perpisahan dengan anaknya yang mencari ilmu, itu mencerminkan kasih sayang dan kesedihan karena perpisahan dengan anaknya.

Namun tentunya ketika kondisi sang anak wajib untuk belajar ilmu agama, maka tangisan seorang ibu tidaklah ternilai sebagai kedurhakaan anak terhadap ibunya. Karena keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih diutamakan daripada keridhoan kedua orang tua.

Mari kita berusaha menjadikan interaksi kita terhadap orang tua sebagai amal yang membanggakan dan membuat senang orang tua. Tentunya dalam perkara-perkara yang diperbolehkan dalam syariat Islam. Allahu a’lam

Abu Hanan Faozi

“Barang siapa yang keluar (rumah) untuk mencari ilmu maka dia termasuk orang yang berada di jalan Allah sampai dia pulang.” HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, – المُنفرِدُ بِالطّاعة بَيْن أهلِ المعاصي والغفلة، قَد يُدفَعُ بِه البلاءُ عـنِ النّاس گـُلُهم، فگـأنّهُ...
  • Al-Hafidz Ibnu Abdil Bar rahimahullah mengatakan, أنَّها ليلةٌ عَظِيمٌ شأنُها وبَرَكَتُهَا وجَليلٌ قَدْرُهَا ، هي خيرٌ من ألفِ شهرٍ...
  • Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan, “فَالبَصِيرُ الصَّادِقُ لاَ يَستَوحِشُ مِنْ قِلَّةِ الرَّفِيقِ وَلاَ مِنْ فَقدِهِ.” “Seorang yang cerdas lagi...
  • Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, ‏ابن القيِّم رحمه الله : مَن كان الله معه فمن ذا الذي يغلبه ، أو...
  • Muhammad bin Sulaiman rahimahullah menyatakan, الـبـنـون نِـعَـمٌ والـبـنـات حـسـنـات والـلّـه عـز وجـل يـحـاسـب عـلـى الـنـعـم ويـجـازي عـلـى الـحـسـنـات. “Anak...
  • Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan dari Allah ﷻ. Di dalam bulan yang suci ini,...

Kirim Pertanyaan