Nasehat Bagi Pecandu Bola

2 menit baca
Nasehat Bagi Pecandu Bola
Nasehat Bagi Pecandu Bola

Dalam dunia olahraga, terutama sepak bola, banyak orang menjadi sangat fanatik terhadap tim atau pemain favorit mereka, kadang-kadang hingga mengabaikan nilai-nilai agama dan etika Islam. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah memberikan nasehat penting yang harus dipertimbangkan oleh para pecandu bola.

Beliau mengatakan,

“ﻣﺤﺒﺔ اﻟﻜﻔﺎﺭ ﻭﺇﻋﺎﻧﺘﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺑﺎﻃﻠﻬﻢ ، ﻭاﺗﺨﺎﺫﻫﻢ ﺃﺻﺤﺎﺑﺎ ﻭﺃﺧﺪاﻧﺎ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﻛﺒﺎﺋﺮ اﻟﺬﻧﻮﺏ ، ﻭﻣﻦ ﻭﺳﺎﺋﻞ اﻟﻜﻔﺮ ﺑﺎﻟﻠﻪ

“Mencintai orang-orang kafir, mendukung kebatilan mereka, menjadikan mereka sebagai sahabat atau teman dekat dan yang semisalnya merupakan dosa besar dan perantara kepada perbuatan kufur kepada Allah” [Majmu Fatawa 28/235].

Pernyataan ini menggaris bawahi bahaya dari kecintaan yang berlebihan terhadap hal-hal yang akan membawa kita kepada dukungan terhadap kebatilan atau orang-orang kafir.

Jangan sampai menjadikan para pemain bola yang kafir atau fasik itu sebagai idola. Sehingga meniru berbagai gaya dan penampilannya. Kecintaan secara lahiriah akan membawa kepada kecintaan batin yang dapat membahayakan aqidah seorang muslim. Atas dasar inilah Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang muslim untuk meniru gaya hidup orang kafir. Dalam sabdanya beliau mengatakan,

من تشبَّهَ بقومٍ فَهوَ منْهم

“Siapa saja yang meniru gaya hidup suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka.” HR. Abu Dawud dengan sanad yang sahih

Penting bagi seorang Muslim untuk menjaga identitasnya sebagai muslim dan merasa bangga dengannya.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan jika kecintaan tersebut mengarah pada pengabaian nilai-nilai agama atau memberikan dukungan kepada mereka yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, maka itu bisa menjadi masalah serius terhadap aqidah pelakunya. Kita dilarang untuk memberikan loyalitas terhadap orang kafir.

Apalagi menonton sepakbola di televisi akan membawa kepada berbagai kemungkaran selain tersebut di atas. Kalaulah tidak ada kemungkaran menonton sepakbola kecuali apa yang disebutkan di atas, maka itu sudah cukup bagi seorang muslim untuk menjauhinya.

Lalu bagaimana halnya jika ternyata di sana ada banyak kemungkaran seperti menampakkan aurat, tato, potongan rambut (qoza)’, belum lagi simbol kesyirikan seperti salib, musik, presenter wanita, perjudian, melalaikan dari dzikir kepada Allah Ta’ala atau salat malam dan lain sebagainya.
Tidakkah kalian mengambil pelajaran wahai orang yang berakal?!!

Abu Hanan Faozi

“Barang siapa yang keluar (rumah) untuk mencari ilmu maka dia termasuk orang yang berada di jalan Allah sampai dia pulang.” HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • Ketika kita merenungkan perihal dunia yang begitu sibuk dengan harta, keturunan, dan kehormatan, ada nasehat inspiratif dari seorang ulama...
  • Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata, أنه لا يتعب صاحبه في الحراسة، لأنه إذا رزقك الله علما فمحله في...
  • Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menegaskan, اﻟﺬﻛﺮ ﻳﻨﻮﺭ اﻟﻘﻠﺐ ﻭاﻟﻮﺟﻪ ﻭاﻷﻋﻀﺎء ﻭﻫﻮ ﻧﻮﺭ اﻟﻌﺒﺪ ﻓﻲ ﺩﻧﻴﺎﻩ ﻭﻓﻲ اﻟﺒﺮﺯﺥ ﻭﻓﻲ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ...
  • Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan, وإن كنتم لا بد مقتدين فاقتدوا بالميت فإنَّ الحي لا يؤمن عليه الفتنة....
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, سورة الإخلاص سميت به لأن الله أخلصها لنفسه فلم يذكر فيها إلا...
  • Syaikh Zaid al-Madkhaly rahimahullah menyatakan, “مِن بر الوالدين تعليمهما ، فقد يكون الوالد أو الوالدة في جهل ، فيبذل...

Kirim Pertanyaan