Hukum Membunyikan Murottal Di Masjid Dengan Pengeras Suara Sebelum Salat

1 menit baca
Hukum Membunyikan Murottal Di Masjid Dengan Pengeras Suara Sebelum Salat
Hukum Membunyikan Murottal Di Masjid Dengan Pengeras Suara Sebelum Salat

Pertanyaan

Bagaimana hukum bacaan Al-Qur'an dengan tape recorder misalnya seperempat jam sebelum masuk waktu shalat. Apakah boleh membunyikannya dengan pengeras suara di masjid?

Jawaban

Tidak, jangan lakukan hal itu di masjid. Masing-masing membaca al-Qur’an sesuai dengan kondisinya di masjid.
Namun jika mereka melakukan hal itu di rumah, ketika safar atau yang semisalnya maka tidak masalah. Atau terkadang mereka berkumpul di masjid lalu mereka mendengarkan rekaman bacaan al-Qur’an, maka tidak mengapa.

Adapun menyibukkan orang-orang (dengan hal ini) ketika mereka menunggu salat, maka jangan. Biarkan mereka yang sedang membaca al-Qur’an atau salat (di masjid) alhamdulillah.

Membunyikan bacaan al-Qur’an dengan pengeras suara lebih utama untuk ditinggalkan. Saya tidak mengetahui ada dasarnya (dalam Islam). Perbuatan tersebut juga dapat menyibukkan (mengganggu) orang-orang. Terkadang seseorang lebih suka untuk membaca al-Qur’an (sendiri), yang lain salat tahiyatul masjid atau salat rawatib.

Narasumber: Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله
Rujukan: Mauqiur Rasmi lisamahatis Syaikh bin Baz rahimahullah

Abu Hanan Faozi

“Barang siapa yang keluar (rumah) untuk mencari ilmu maka dia termasuk orang yang berada di jalan Allah sampai dia pulang.” HR. At-Tirmidzi)

Lainnya

  • الحمد لله رب العالمين، وأصلي وأسلم على نبينا محمد خاتم النبيين، وإمام المتقين، وعلى آله وأصحابه، ومن تبعهم بإحسان...
  • Bagaimana pun juga ini merupakan sebuah musibah yang menimpa kaum muslimin, kita memohon keselamatan kepada Allah Ta’ala. Seorang wanita...
  • Setiap pakaian yang terdapat padanya isyarat kepada yang haram, maka haram untuk memakainya Pakaian yang ada gambar makhluk bernyawanya...
  • Imam Ahmad mengatakan tentang ayat ini : وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا “Dan apabila al-Quran dibacakan, maka dengarkanlah...
  • Adapun kehadiran wanita dalam shalat Jum’at atau berjamaah, maka tidak disyariatkan namun sebatas diperbolehkan. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu...
  • Termasuk cara menaikkan keimanan dan mengokohkan keimanan adalah berjuang di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan itu nilainya senilai...

Kirim Pertanyaan